Apa Itu LRB (Lubang Resapan Biopori)?

Foto untuk : Apa Itu LRB (Lubang Resapan Biopori)?

Pengertian LRB

 

Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah lubang peresapan air artifisial berbentuk vertikal ke dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

CARA PEMBUATAN

  • Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 7,5 - 15 cm. Kedalaman + 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal dan jarak antar lubang antara + 100 cm.
  • Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen atau pipa pralon untuk mencegah tanahnya tidak runtuh.
  • Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput.
  • Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan. 
  • Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat dipanen pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

 

 

JUMLAH LRB  YANG DISARANKAN

Jumlah LRB = intensitas hujan(mm/jam) x luas bidang kedap (m²) / Laju Peresapan Air per Lubang (liter/jam)

CONTOH PERHITUNGAN

Untuk daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 100 m² bidang kedap perlu dibuat sebanyak (50 x 100) / 180 = 28 lubang.

Bila lubang yang dibuat berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm, maka setiap lubang dapat menampung 7.8 liter sampah organik.  Ini berarti bahwa setiap lubang dapat diisi dengan sampah organik selama 2-3 hari. Dengan demikian 28 lubang baru dapat dipenuhi dengan sampah organik yang dihasilkan selama 56 - 84 hari. Dalam selang waktu tersebut lubang yang pertama diisi sudah terdekomposisi menjadi kompos sehingga volumenya telah menyusut. Dengan demikian lubang-lubang ini sudah dapat diisi kembali dengan sampah organik baru dan begitu seterusnya.

 

LOKASI PEMBUATAN

Lubang resapan biopori dapat dibuat di dasar saluran yang semula dibuat untuk membuang air hujan, pekarangan rumah/kantor/sekolah, kebun, taman atau lahan terbuka lainnya.

KEUNGGULAN DAN MANFAAT

  1. Meningkatkan Daya Resapan Air

           Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 Cm2 atau hampir 1/3 M2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 Cm2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya bertambah menjadi 3218 Cm2.

           Dengan adanya aktivitas organisme tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air.

  1. Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos

           Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran dan jenis tanaman lainnya. Bagi yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk berkualitas yang ramah lingkungan.

 

  1. Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman

           Lubang Resapan Biopori diaktifkan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca, berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

Dengan demikian lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna, yang mudah, murah dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Klik Disini untuk Download

Tunggu apalagi...
Ayo kita buat Lubang Resapan Biopori...!

Salam Lestari